Ad Code

Responsive Advertisement

Alergi Seks Ternyata Ada Lho! Kenali Jenis Alergi dan Penyebabnya Yuk

Alergi adalah kepekaan tubuh terhadap zat zat allergen (pemicu alergi), yang reaksinya berbeda beda bagi setiap individu. Banyak hal yang dapat menimbulkan reaksi alergi dari tubuh. Diantaranya adalah karena makanan, bahan penambah rasa serta pengawet dalam makanan, bahan kimia, bahan yang melekat pada tubuh, stress psikologis sampai udara dingin di lingkungan sekitar dapat menimbulkan gejala alergi. Gejala yang ditimbulkan setelah bahan tersebut memasuki tubuh antara lain bengkak dan gatal pada bibir atau mukosa mulut, urtikaria akut, pruritus, pilek, bersin, pusing, mual, muntah, reaksi kecemasan, sesak nafas (asma) yang berat sampai pada reaksi kulit alergi menyeluruh yang sangat berat.

doktersehat-wanita-punggung-gatal-merah-itchy-kulit-alergi-Pruritus-garuk-cacar-air

Secara sederhana penyakit alergi dapat diartikan suatu reaksi sistem imunitas tubuh manusia terhadap benda-benda yang pada umumnya tidak menimbulkan bahaya bagi orang lain. Berikut macam-macam alergi:

Alergi seafood
Jenis alergi ini paling sering diderita oleh orang-orang disekitar kita seperti mengkonsumsi ikan, udang, tiram, dan jenis-jenis makanan laut lainnya dapat menyebabkan gejala alergi yang parah, yaitu anafilaktik. Memasak makanan tidak akan mengurangi efek reaksi alergi.

Alergi seks
Sebenarnya yang paling tepat bukan aktivitas seksnya yang membuat alergi namun reaksi alergi timbul karena akibat kontak permukaan kulit dengan sperma untuk mengatasi masalah ini perempuan penderita alergi sperma harus mengenakan kondom setiap kali berhubungan seks.Namun dalam beberapa kasus ada juga beberapa perempuan yang alergi terhadap lateks atau bahan dasar kondom

Alergi udara dingin
Tubuh mengalami reaksi yang berlebih terhadap udara dingin dalam beberapa kasus terjadi rasa kedinginan tanpa disertai perubahan fisik pada tubuh. Namun yang paling berbahaya alergi ini dapat menimbulkan bercak merah gatal pada kulit, serta timbul selaput lendir pada mulut dan mata.

Alergi susu sapi
Susu sapi merupakan minuman yang cukup baik untuk kesehatan namun ada beberapa orang yang alergi akibat susu sapi biasanya penyakit ini terjadi pada anak-anak dan bayi. Pendeita alergi susu sapi dipengaruhi oleh jenis ras dan suku bangsa, bahkan dalam penelitian diketahui bahwa di Asia lebih banyak orang menderita alergi susu daripada Afrika dan Eropa.

Alergi telurSebenarnya jenis alergi ini dapat dipicu oleh 3 protein dalam telur yaitu ovomucoid, ovalbumin, dan conalbumin.Bagi penderita alergi yang masih ringan efek alergi dapat dihilangkan dengan cara memasak telur. Alergi ini biasanya akan alergi juga terhadap ayam, kalkun, dan jenis unggas lainnya.

Alergi debu
Penderita alergi debu akan sangat rentan terhadap debu yang umum dijumpai di rumah atau di luar rumah apalagi ketika bersih-bersih.Namun sebetulnya, yang harus diwaspadai adalah tungau debu yang merupakan penyebab alergi. Tungau debu merupakan komponen debu yang berupa sejenis binatang yang sangat kecil.Tungau ini biasanya hidup di kasur atau bantal berisi kapuk, kain, karpet, tirai, mainan berbulu, selimut, dan sebagainya.

Debu ini tersebar di berbagai sudut rumah dan jika terhirup penderita ai akan mengalami alergi. Hal inilah yang akan memicu terjadinya alergi. Gejala yang umum terjadi pada penderita alergi debu rumah seperti bersin-bersin dengan frekuensi yang sering, pilek, hidung berair, rasa gatal pada hidung, dan hidung tersumbat.

Alergi obat-obatan
Alergi obat merupakan reaksi yang diberikan tubuh secara berlebihan karena konsumsi obat tertentu meski dalam dosis ringan. Hal ini muncul secara tiba-tiba meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami alergi tersebut. Misal, seseorang yang biasa minum parasetamol, pada suatu ketika meminumnya, ia malah merasakan gatal-gatal di sekujur tubuh. Reaksinya bisa terjadi dengan lambat atau cepat. Gejala umum yang terjadi biasanya gatal, bercak kemerahan pada kulit, diare, ganggunan pernafasan seperti pilek, bersin, sesak nafas, mengalami gangguan jantung hingga shock atau hipotensi (tekanan darah rendah). Ada beberapa obat yang dianggap sering menimbulkan alergi yaitu penisilin, sulfonamid, obat penurun panas dan obat analgetik (penghilang rasa sakit). Selain jenis obat, metode pemberian obat juga memberi peranan dalam menimbulkan alergi.



from Halo Dunia Network http://ift.tt/2ypCKlB
via IFTTT

Post a Comment

0 Comments

Close Menu